pengajian muslimat
Kultum
M
Masrur
7 Mei 2026
3 menit baca
2 views
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ...
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:
{وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ} (الأنعام: 32)
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Jama’ah pengajian muslimat yang dirahmati Allah SWT,
Sungguh suatu kebahagiaan bagi kita semua dapat berkumpul di majelis ilmu yang mulia ini, semoga setiap langkah kita dicatat sebagai amal jariyah.
Di taman surga kita bersenda gurau,
Menghirup wangi bunga penuh pesona.
Dunia ini bagai fatamorgana semu,
Datang dan pergi tak pernah terasa.
Saudari-saudariku yang terkasih, pantun tadi mengingatkan kita pada hakikat kehidupan yang seringkali kita lupakan. Kita lebih sering larut dalam kesibukan duniawi, terbuai oleh gemerlapnya yang sementara, hingga lalai akan tujuan utama kita diciptakan. Allah SWT berfirman dalam surah Al-An’am ayat 32, "Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." Betapa sering kita menghabiskan waktu berjam-jam untuk hal-hal yang sekiranya tak bernilai di hadapan Allah, sedangkan waktu untuk beribadah, merenungi ciptaan-Nya, dan berbuat kebaikan semakin menipis.
Ketahuilah, saudari seiman, bahwa dunia ini adalah ladang amal, bukan tempat bersenang-senang tanpa batas. Setiap detik yang terlewatkan tanpa zikir, tanpa tafakur, tanpa berbuat baik, adalah sebuah kehilangan yang takkan pernah tergantikan. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: "Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: nikmat sehat dan waktu luang." (HR. Bukhari). Betapa sering kita menunda-nunda amal baik karena merasa masih sehat dan punya banyak waktu? Padahal, usia bisa saja berakhir kapan saja.
Pernahkah kita membayangkan bagaimana para salafus shalih (orang-orang saleh terdahulu) memanfaatkan waktu mereka? Mereka begitu menjaga setiap jengkal waktunya. Sisa nafas mereka adalah kesempatan untuk menambah kebaikan. Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA pernah berkata, "Kiamat tidak akan datang kecuali pada saat yang paling buruk bagi umat manusia, di mana mereka akan terus bekerja sampai akhir hayat mereka." Sungguh, ini adalah peringatan keras bagi kita.
Mari kita renungkan, sudah berapa banyak ayat Al-Qur’an yang kita baca dan tadabburi hari ini? Sudah berapa banyak doa yang kita panjatkan kepada Allah dengan penuh kekhusyukan? Sudah berapa banyak tetangga kita yang kita bantu, atau anak yatim yang kita santuni?
Saudari-saudariku, mari kita mulai hari ini, bahkan dari detik ini, untuk merubah paradigma kita. Jadikan dunia ini sebagai jembatan menuju akhirat. Sibukkan diri dengan amal-amal yang Allah cintai. Perbanyak zikir, tadabbur Al-Qur’an, hadirkan diri di majelis ilmu seperti ini, dan sebarkanlah kebaikan di sekitar kita. Ingatlah firman Allah: {فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ} "Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (QS. Az-Zalzalah: 7).
Kita berdoa kepada Allah, semoga hati kita senantiasa tunduk pada-Nya, jiwa kita semakin terasah dengan keimanan, dan amal kita diterima menjadi bekal di akhirat kelak. Ya Allah, karuniakanlah pada kami nikmat taat dan jadikanlah dunia ini sebagai bekal terbaik untuk menuju Surga-Mu.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.